Bukan tentang seorang lelaki

Jangan pernah berpikir aku tidak mau mengakuinya. Bukan tak pernah, aku menerima ini dengan sebuah kesabaran, tentang melakukan kesalahan. Seringnya aku mencoba untuk segera melupakan itu, dan merasa bahagia karena  aku yakin kamu pun bahagia. Ini semua hanyalah “dunia”, demikian selalu aku mengingatkan diriku. Dalam beberapa langkah, matiku mungkin sudah menunggu. Tak ingin selamanya aku diingatkan tentang kesalahan-kesalahan yang aku buat.

Sudah itu, ya sudah. Karena itu “sudah”, jadinya tidak bisa diubah. Saat melangkah, baru bisa aku memperindah yang sudah tak bisa diubah. Aku tersenyum dan menangis, dan bukan untuk menyesalkan semua yang terjadi. Aku hanya sedang mencurahkan emosi.

Ini bukan tentang seorang lelaki, sungguh. Hanya sebuah percakapan aneh (yang biasa terjadi) antara diriku dan aku. Mulutku tak berucap, sungguh. Hanya lontaran pikiran dalam diriku. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s