Annelies telah berlayar. Kepergiannya laksana cangkokan muda direnggut dari batang induk. Perpisahan ini jadi titik batas dalam hidupku: selesai sudah masa-muda. Ya, masa-muda yang indah penuh harapan dan impian – dan dia takkan balik berulang. (Minke)

Sebuah kutipan indah yang menjadi pembuka bab I, Anak Semua Bangsa dalam novel karangan Pramoedya Ananta Toer ini, seakan-akan menjadi tirai yang membuka tabir babak baru dalam sebuah panggung hidup Minke.

Dan bukankah semua manusia akan mengalami hal yang sama? Setelah berusaha keras dalam sebuah percintaan dan pencarian hakekat prinsip kehidupan, manusia Indonesia selalu harus bertatapkan realita yang sangat mengena. Bahwa hidup ternyata tidak seindah drama, yang pemberhentiannya pada akhirnya yang menggembirakan. Hidup manusia tidak berhenti ketika dua kekasih yang berjuang untuk saling menemukan satu sama lain bertemu. Tidak juga kehidupan berhenti pada sebuah pernyataan penutup, “dan akhirnya putri dan pangeran hidup bahagia hingga akhir masa”.

Kehidupan adalah tempat perjuangan. Untuk memulai lagi ketika kehilangan dan kesedihan mengempas. Untuk memulai lagi ketika kebahagiaan tercapai. Untuk memulai lagi segala cerita hingga akhir nafas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s